Sunday, February 28, 2010

Gempa Cile Diikuti 11 Gempa Susulan


Dalam waktu 2,5 jam setelah gempa berkekuatan 8,8 skala Richter mengguncang Cile, US Geological Survey mencatat ada 11 gempa susulan. Lima di antaranya berkekuatan 6,0 SR atau lebih. Gempa utama berlangsung selama 90 detik.

Dalam tayangan televisi Cile, menyusul gempa tersebut, gedung-gedung tampak roboh, mobil-mobil remuk tertimpa bangunan, dan jalanan menjadi retak. Puluhan warga terlihat berhamburan keluar rumah, banyak di antaranya membawa kopor dan tas.
Akibat gempa berkedalaman 35 km yang terjadi pada pukul 03.34 waktu setempat atau pukul 13.34 WIB itu, menurut pernyataan terakhir yang dikeluarkan Presiden Cile Michele Bachelet, korban tewas telah menembus angka 78 orang.

Kondisi kerusakan yang parah membuat Presiden Bachelet mengumumkan keadaan bencana di Cile. Meski begitu, ia mengimbau warga agar tidak panik dan menghindari bepergian karena kondisi gelap gulita menyusul padamnya aliran listrik. "Masyarakat diminta tetap tenang. Kami akan melakukan segala hal yang diperlukan dengan segala kekuatan yang kita miliki. Semua informasi yang berkembang akan segera disebarkan," ujar Bachelet.

Gempa hebat ini berpusat sekitar 325 kilometer barat daya ibu kota Cile, Santiago, dan sekitar 115 kilometer dari Concepcion, kota kedua terbesar di Cile.

Gempa itu sangat dahsyat dan berlangsung cukup lama. Marco Vidal, seorang warga yang berada di Santiago, mengatakan, "Mulanya benda-benda berjatuhan, lalu ada gelombang bergerak dari selatan ke utara, menggoyangkan segalanya."

Adapun Cynthia Iocono, saksi dari Linwood, Pennsylvania, mengira gempa itu adalah kereta yang lewat. "Namun saya sadar, tidak ada kereta di sini. Lalu lampu mulai berjatuhan disusul televisi yang seperti terlempar ke lantai," ungkapnya.

Di Santiago, gedung-gedung modern dibangun dengan teknologi antigempa. Namun, banyak bangunan tua yang tak berhasil menahan goncangan, termasuk gereja Nuestra Senora de la Providencia, yang loncengnya jatuh. Banyak bangunan apartemen dan gedung parkir yang ambruk sehingga mobil-mobil di bawahnya remuk.

Sebelumnya sempat ada peringatan tsunami yang disebarkan ke beberapa lokasi. Namun, peringatan itu telah dicabut.

Sumber : www.kompas.com (27 feb 2010)

Memberikan Nasihat Itu Mudah

Hari ni kebetulan ada acara 3 on 3 di SMA 1 Wonosari.Tentu saja harus gantian aku yang jaga siang di warnet.Bingung aja mau ngapain….tapi aku inget tenyata masih punya blog yang “nganggur”.Yaudah dech iseng buat nambahin tulisan didalamnya…..
Semua dah siap?!! Kalau sudah OK kita mulai…..
Em………..
Bener kata pepatah memberikan nasihat itu adalah hal termudah karena semua yang kita nasehatkan pada orang lain belum tentu sepenuhnya bisa kita jalanin. Kadang sempat terlintas juga pertanyaan “kita munafik gak ya?!”. Tapi setidaknya itu bisa jadi motivasi buat orang lain dengan kasih nasihat tentu saja bisa mengurangi beban orang lain yang baru ada masalah. Ya..mudah-mudahan saja orang yang kita kasih nasihat gak bilang “huh…dasar munafik!bisanya Cuma ngomong..!” kalau sudah gitu gak tau dech…Wis genah le mutung……
Itu yang sempat terlintas dalam pikiranku….tapi itu berlaku pada Mario Teguh, Andrie Wongso dan para motivator lain gak ya?.apakah mereka benar-benar bisa memberikan Success is My Right dan Salam Super buat diri mereka sendiri?
Tapi menurutku semua itu sah-sah saja…toh sebagai manusia kita diwajibkan untuk saling menasihati sesama.Kita memang bukan manusia yang sempurna,kadang ada celah dimana kita dapat berbuat salah dalam keadaan dan kondisi apapun.
Jadi kesimpulannya….”jangan pernah meminta nasihat kalau itu hanya untuk kau debat”.


Saturday, February 27, 2010

Hasrat yang tak sampai

Saat Aku masih muda dan Bebas Berhayal.....
AKU BERMIMPI INGIN MENGUBAH DUNIA......
Seiring dengan bertambahnya usiaku ternyata
DUNIA TIDAK KUNJUNG BERUBAH....

Lalu kupersempit keinginanku untuk
MENGUBAH NEGERIKU.....
Namun dengan berjalannya waktu
NEGERIKUPUN TIDAK BERUBAH

Dengan sisa-sisa hasratku..
AKU AKAN MENGUBAH KELUARGAKU SAJA
Tapi ternyata...
KELUARGAKU PUN ENGGAN UNTUK BERUBAH....

Kini saat ajal mulai menjelang....baru kusadari...

Kenapa yang kuubah pertama bukan DIRIKU sendiri..
Dengan teladan yang baik dariku pasti KELUARGAKU bisa berubah....
lalu dengan motivasi dan semangat dari mereka..
Bisa Ku ubah NEGERIKU...
lalu....siapa tahu..
DUNIAPUN dapat ku ubah....




Monday, January 25, 2010

hilangnya rasa cinta tanah air


Hilangnya rasa cinta tanah air yang dimiliki oleh bangsa Indonesia memang telah memudar. Hal ini dapat kita lihat dari banyaknya kasus korupsi, buang sampah sembarangan, penebangan pohon secara liar, banyaknya pembajakan terhadap produk-produk tertentu hingga kasus bom yang baru-baru saja terjadi.

Sementara banyak orang yang berspekulasi tentang penyebab kejadin pemboman tersebut, sebenanrnya yang menjadi akar permasalahannya adalah kurangnya atau punahnya rasa cinta tanah air.Kita sebut saja jika mereka memang mempunyai rasa cinta tanah air,maka mereka tidak akan melakukan aksi pemboman di negeri sendiri.Tidak ada keuntungan dari aksi pemboman ini, tragedi ini hanya mengakibatkan citra Indonesia semakin buruk di mata dunia,yang berakibat banyak negara yang melarang warganya untuk mengunjungi Indonesia,sehingga devisa negara berkurang,yang mengakibatkan berkurangnya pemasukan kas negara.Berkurangnya pemasukan kas negara mengakibatkan kondisi perekonomian semakin kacau,akan semakin banyak gelandangan di Indonesia,dan rakyat miskin akan semakin bertambah. Dan pada akhirnya rakyat jugalah yang menjadi korban akhir dari dampak pemboman ini.Mereka yang membom mereka juga yang akan merasakan akibatnya.

Jika saja merema memang memiliki rasa cinta tanah air yang besar, sudah pasti mereka tidak akan melakukan pemboman di negeri sendiri,dan tidak juga melakukan pemboman di negeri lain.HIlangnya jati diri bangsa,kurangnya kepedulian terhadap sesama,kurangnya rasa cinta tanah air lah yang meyebabkan hal ini dapat terjadi.CInta tanah air,berarti mencintai Indonesia apa adanya,kita adalah satu keluarga besar yang terdiri dari berbagai macam kebudayaan masing-masing,cintailah itu,banggalah menjadi sebuah bangsa yang memiliki kebudayaan yang unik dan cintailah negrimu.Apapun dan bagaimanapun ini adalah negeri kita Indonesia tempat kita bernapas,tempat kita berlindung maka dari itu cintailah Indonesiamu.

sumber : http://www.zonaiklan.com/


Wednesday, December 16, 2009

Perancang Lambang RI yang terlupakan


SEPANJANG orang Indonesia, siapa tak kenal burung Garuda berkalung perisai yang merangkum lima sila (Pancasila). Tapi orang Indonesia mana sajakah yang tahu, siapa pembuat lambang negara itu dulu? Dia adalah Sultan Hamid II, yang terlahir dengan nama Syarif Abdul Hamid Alkadrie, putra sulung Sultan Pontianak; Sultan Syarif Muhammad Alkadrie. Lahir di Pontianak tanggal 12 Juli 1913.
Dalam tubuhnya mengalir darah Indonesia, Arab –walau pernah diurus ibu asuh berkebangsaan Inggris. Istri beliau seorang perempuan Belanda yang kemudian melahirkan dua anak –keduanya sekarang di Negeri Belanda.

Syarif Abdul Hamid Alkadrie menempuh pendidikan ELS di Sukabumi, Pontianak, Yogyakarta, dan Bandung. HBS di Bandung satu tahun, THS Bandung tidak tamat, kemudian KMA di Breda, Negeri Belanda hingga tamat dan meraih pangkat letnan pada kesatuan tentara Hindia Belanda.

Ketika Jepang mengalahkan Belanda dan sekutunya, pada 10 Maret 1942, ia tertawan dan dibebaskan ketika Jepang menyerah kepada Sekutu dan mendapat kenaikan pangkat menjadi kolonel. Ketika ayahnya mangkat akibat agresi Jepang, pada 29 Oktober 1945 dia diangkat menjadi Sultan Pontianak menggantikan ayahnya dengan gelar Sultan Hamid II. Dalam perjuangan federalisme, Sultan Hamid II memperoleh jabatan penting sebagai wakil Daerah Istimewa Kalimantan Barat (DIKB) berdasarkan konstitusi RIS 1949 dan selalu turut dalam perundingan-perundingan Malino, Denpasar, BFO, BFC, IJC dan KMB di Indonesia dan Belanda. Sultan Hamid II kemudian memperoleh jabatan Ajudant in Buitenfgewone Dienst bij HN Koningin der Nederlanden, yakni sebuah pangkat tertinggi sebagai asisten ratu Kerajaan Belanda dan orang Indonesia pertama yang memperoleh pangkat tertinggi dalam kemiliteran. Pada 21-22 Desember 1949, beberapa hari setelah diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio, Westerling yang telah melakukan makar di Tanah Air menawarkan “over commando” kepadanya, namun dia menolak tegas. Karena tahu Westerling adalah gembong APRA. Selanjutnya dia berangkat ke Negeri Belanda, dan pada 2 Januari 1950, sepulangnya dari Negeri Kincir itu dia merasa kecewa atas pengiriman pasukan TNI ke Kalbar - karena tidak mengikutsertakan anak buahnya dari KNIL. Pada saat yang hampir bersamaan, terjadi peristiwa yang menggegerkan; Westerling menyerbu Bandung pada 23 Januari 1950. Sultan Hamid II tidak setuju dengan tindakan anak buahnya itu, Westerling sempat di marah. Sewaktu Republik Indonesia Serikat dibentuk, dia diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio dan selama jabatan menteri negara itu ditugaskan Presiden Soekarno merencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang negara. Dari transkrip rekaman dialog Sultan Hamid II dengan Masagung (1974) sewaktu penyerahan file dokumen proses perancangan lambang negara, disebutkan “ide perisai Pancasila” muncul saat Sultan Hamid II sedang merancang lambang negara. Dia teringat ucapan Presiden Soekarno, bahwa hendaknya lambang negara mencerminkan pandangan hidup bangsa, dasar negara Indonesia, di mana sila-sila dari dasar negara, yaitu Pancasila divisualisasikan dalam lambang negara. Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis M Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M A Pellaupessy, Moh Natsir, dan RM Ng Purbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah. Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku “Bung Hatta Menjawab” untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan sayembara. Terpilih dua rancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M Yamin. Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR RIS adalah rancangan Sultan Hamid II. Karya M Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari dan menampakkan pengaruh Jepang. Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Terjadi kesepakatan mereka bertiga, mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”. Tanggal 8 Februari 1950, rancangan final lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno. Rancangan final lambang negara tersebut mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan, karena adanya keberatan terhadap gambar burung garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap bersifat mitologis.

Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali-Garuda Pancasila. Disingkat Garuda Pancasila. Presiden Soekarno kemudian menyerahkan rancangan tersebut kepada Kabinet RIS melalui Moh Hatta sebagai perdana menteri. AG Pringgodigdo dalam bukunya “Sekitar Pancasila” terbitan Dep Hankam, Pusat Sejarah ABRI menyebutkan, rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS. Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila masih “gundul” dan “tidak berjambul” seperti bentuk sekarang ini. Inilah karya kebangsaan anak-anak negeri yang diramu dari berbagai aspirasi dan kemudian dirancang oleh seorang anak bangsa, Sultan Hamid II Menteri Negara RIS.

Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes Jakarta pada 15 Februari 1950. Penyempurnaan kembali lambang negara itu terus diupayakan. Kepala burung Rajawali Garuda Pancasila yang “gundul” menjadi “berjambul” dilakukan. Bentuk cakar kaki yang mencengkram pita dari semula menghadap ke belakang menjadi menghadap ke depan juga diperbaiki, atas masukan Presiden Soekarno. Tanggal 20 Maret 1950, bentuk final gambar lambang negara yang telah diperbaiki mendapat disposisi Presiden Soekarno, yang kemudian memerintahkan pelukis istana, Dullah, untuk melukis kembali rancangan tersebut sesuai bentuk final rancangan Menteri Negara RIS Sultan Hamid II yang dipergunakan secara resmi sampai saat ini.

Untuk terakhir kalinya, Sultan Hamid II menyelesaikan penyempurnaan bentuk final gambar lambang negara, yaitu dengan menambah skala ukuran dan tata warna gambar lambang negara di mana lukisan otentiknya diserahkan kepada H Masagung, Yayasan Idayu Jakarta pada 18 Juli 1974 Rancangan terakhir inilah yang menjadi lampiran resmi PP No 66 Tahun 1951 berdasarkan pasal 2 Jo Pasal 6 PP No 66 Tahun 1951. Sedangkan Lambang Negara yang ada disposisi Presiden Soekarno dan foto gambar lambang negara yang diserahkan ke Presiden Soekarno pada awal Februari 1950 masih tetap disimpan oleh Kraton Kadriyah Pontianak. Sultan Hamid II wafat pada 30 Maret 1978 di Jakarta dan dimakamkan di pemakaman Keluarga Kesultanan Pontianak di Batulayang. Turiman SH M.Hum, Dosen Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak yang mengangkat sejarah hukum lambang negara RI sebagai tesis demi meraih gelar Magister Hukum di Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa hasil penelitiannya tersebut bisa membuktikan bahwa Sultan Hamid II adalah perancang lambang negara. “Satu tahun yang melelahkan untuk mengumpulkan semua data. Dari tahun 1998-1999,” akunya. Yayasan Idayu Jakarta, Yayasan Masagung Jakarta, Badan Arsip Nasional, Pusat Sejarah ABRI dan tidak ketinggalan Keluarga Istana Kadariah Pontianak, merupakan tempat-tempat yang paling sering disinggahinya untuk mengumpulkan bahan penulisan tesis yang diberi judul Sejarah Hukum Lambang Negara RI (Suatu Analisis Yuridis Normatif Tentang Pengaturan Lambang Negara dalam Peraturan Perundang-undangan). Di hadapan dewan penguji, Prof Dr M Dimyati Hartono SH dan Prof Dr H Azhary SH dia berhasil mempertahankan tesisnya itu pada hari Rabu 11 Agustus 1999. “Secara hukum, saya bisa membuktikan. Mulai dari sketsa awal hingga sketsa akhir. Garuda Pancasila adalah rancangan Sultan Hamid II,” katanya pasti. Besar harapan masyarakat Kal-Bar dan bangsa Indonesia kepada Presiden RI SBY untuk memperjuangkan karya anak bangsa tersebut, demi pengakuan sejarah, sebagaimana janji beliau ketika berkunjung ke Kal-Bar dihadapan tokoh masyarakat, pemerintah daerah dan anggota DPRD Provinsi Kal-Bar.**


Sultan Hamid II Pencipta Burung Garuda
Syarif Abdul Hamid Alkadrie yang bergelar Sultan Hamid Alkadrie II dan Sultan ke 8 Pontianak, Kalbar ini adalah pencipta Burung Garuda. Sultan Hamid juga orang Indonesia pertama yang berpangkat tertinggi di dunia militer.

Pontianak: Nama Syarif Abdul Hamid Alkadrie memang kurang dikenal di Tanah Air. Padahal, tokoh nasional dari Pontianak, Kalimantan Barat ini adalah pencipta lambang negara Indonesia, Burung Garuda.

Selain pencipta lambang negara, Syarif yang bergelar Sultan Hamid Alkadrie II dan Sultan ke 8 Pontianak ini juga adalah orang Indonesia pertama yang berpangkat tertinggi di dunia militer, yaitu mayor jendral.

Sultan Hamid membuat lambang negara berdasarkan penugasan Presiden Sukarno pada 1950. Saat itu dia menjabat menteri tanpa porto folio. Rekannya, Muhammad Yamin sebenarnya juga membuat rancangan lambang negara, Namun, Sukarno akhirnya memilih rancangan Sultan Hamid. Setelah disempurnakan, gambar Burung Garuda diresmikan Sukarno sebagai lambang negara pada 10 Februari 1950.

Salinan sketsa Burung Garuda yang tersimpan di Keraton Kadriah, Pontianak ini menunjukkan proses pembuatan lambang negara sangat rumit hingga harus diubah berkali-kali.

Wednesday, November 25, 2009

Konser Dmasiv Di alun-alun Kota Wonosari 22 November 2009


Konser Ini dimulai sekitar pukul 20.00 wib bertempat di alun-alun kota Wonosari. Sebelum Konser Dmasiv dimulai terlebih dahulu ditampilkan Band Indi Jogja.Kemudian dilanjutkan dengan DMasiv. Mulanya konser berjalan dengan damai tapi ditengah acara timbul Insiden dan Ryan (vocalis) menjadi salah satu korban pelemparan batu. Kemudian Konser berhenti sesaat, ingat juga saat Ryan bilang " Mo dilanjutkan gak?!!!!!!" terdengar suara penonton "Lanjuuuut!!!!" akhirnya konser dilanjutkan kembali. Setelah konser Dmasiv selesai masih dilanjutkan Dangdut yang menampilkan New Trio Macan dengan iringan musik OM Latansa dari kota jogja dalam konser itu juga menampilkan artis-artis dangdut lokal.Semoga Kericuhan dan Pelemparan batu itu tidak menjadikan nama GUNUNGKIDUL buruk di blantika musik nasional. Karena segala kemungkinan pasti terjadi dan perbuatan jail oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab harus kita berantas bersama-sama.

Tuesday, November 24, 2009

UNTUK PERTAMA KALINYA PURNA PASKIBRAKA INDONESIA KABUPATEN GUNUNGKIDUL DIKUKUHKAN Lomba Baris-Berbaris memperingati hari sumpah pemuda ke-81

Sabtu, 24 oktober 2009 merupakan peristiwa bersejarah bagi Purna Paskibraka Indonesia Kab.Gunungkidul, dengan dikukuhkanya kepengurusan baru oleh Bupati Gunungkidul yang diwakili oleh Drs. M Joko Sasono Sekda Kab.Gunungkidul maka resmi sudah kepengurusan saat ini. Sebelum pengukuhan pengurus yang berjumlah 23 orang, dilakukan pelantikan anggota oleh ketua lama Isdiyantoro B.S,S.Pdi. Pengukuhan ini dihadiri oleh Muspida Kab.Gunungkidul selaku dewan penasihat, Pejabat Dikpora,Majelis Pertimbangan Organisasi, Organisasi Pemuda serta Pengurus PPI Provinsi DIY.
Dalam sambutannya, Ketua terlantik Sampah Muhari menyampaikan bahwa PPI GK akan menjadi mitra yang baik bagi pemerintah kab.Gunungkidul, Peningkatan kualitas dan kuantitas SDM sehingga mampu mengangkat citra baik Gunungkidul dimata luar melalui kegiatan kepemudaan.


























Bekerja Sama Dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan olahraga
, minggu(25/10) Dilanjutkan dengan Lomba Baris-berbaris memperingati haris sumpah pemuda ke-81.Jumlah peserta yang ikut, SD/MI 29 pleton, SMP/MTS 29 Pleton dan SMA/SMK/MA 27 Pleton.dengan hasil kejuaraan sbb :
SD/MI

Pleton Putra: juara I no dada15 dari SD Gajasari Nglipar jara II no dada 4 dari SD AL Mujahidin, Juara III no dada 24 dari SD Mulo Baru Untuk
Pleton Puti : juara I no dada 13 dari SD IT Wonosari, Juara II no dada 23 dari SD AL Mujahidin, dan juara III no dada 16 dari SD Gajasari Nglipar
DANTON TERBAIK PUTRI:Virnanda SH dari SD N Mujahidin
DANTON TERBAIK PUTRA : Eko P dari SD N 1 Panggang
dan JUARA UMUM SD AL MUJAHIDIN WONOSARI

SMP/MTs
PLETON PUTRI : Juara I No dada 15 dari SMP 1 Nglipar, juara II no dada14 dari SMP 2 Karangmojo, Juara III no.dada 12 dari SMP 2 Ponjong.
PLETON PUTRA : Juara I no.dada 10 dari SMP 1 Nglipar, Juara II no.dada 27 SMP 1 Wonosari dan Juara 3 no.dada 22 dari SMP 2 ponjong
DANTON TERBAIK PUTRI:Elvi Husniawati dari SMP N 1 Ponjong.
DANTON TERBAIK PUTRA: Edy Ardiyanto dari SMP N 1 Nglipar
JUARA UMUM SMP 1 NGLIPAR

SMA/SMK/MA
PLETON PUTRI: Juara I no.dada 11 dari SMA 1 Wonosari , Juara II no.dada 23 dari SMK N 2 wonosari, JuaraIII no.dada 26 dari SMK N 1 Saptosari
PLETON PUTRA: Juara I no.dada 21 dari SMKN 2 Wonosari, Juara II no.dada 20 dari SMKN 3 Wonosari, Juara III no.dada 7 dari SMKN 3 Wonosari
DANTON TERBAIK PUTRI: Fauziah dari SMA N 1 Wno
DANTON TERBAIK PUTRA: Mulyo H dari SMK N 2 Wno
dan JUARA UMUM SMK N 2 WONOSARI