Showing posts with label PASKIBRAKA GUNUNGKIDUL. Show all posts
Showing posts with label PASKIBRAKA GUNUNGKIDUL. Show all posts

Friday, October 29, 2010

Hasil Lomba Baris-berbaris Kab. Gunungkidul 2010

Lomba Baris-berbaris dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda ke-82 tahun 2010 yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul bekerjasama dengan Purna Paskibraka Indonesia Gunungkidul, Minggu 24 oktober 2010 berjalan dengan lancar. Meskipun saat lomba berlangsung sekitar pukur 12.00 turun hujan yang membuat panitia kelabakan. Namun hal itu tidak membuat patah semangat, terlihat juga antusiasme peserta yang begitu tinggi mendorong panitia harus melanjutkan perlombaan walaupun pelaksanaan tidak sesempurna saat kondisi kering. Pendaftaran ulang dimulai pada pukul 07.00 wib dengan jumlah peserta sebanyak 20 pleton SD/MI, 17 pleton SMP/MTs dan 25 Pleton SMA/SMK/MA se-kabupaten Gunungkidul. Kemudian dilanjutkan dengan upacara pembukaan yang dihadiri oleh jajaran Muspida dan dihadiri pula oleh pejabat Disdikpora Gunungkidul. Dalam kesempatan itu hadir pula rekan-rekan wakil dari PPI Se-DIY dan Senior PPI GK yang tentu menambah kemeriahan pelaksanaan lomba. Lomba dimulai pada pukul 08.00 dan berakhir pada pukul 18.15 karena kendala hujan. Berikut adalah daftar hasil kejuaraan LBB :

Sunday, August 22, 2010

Laporkan pelecehan seks PASKIBRAKA ke Polisi

Wakil Gubernur Jakarta, Prijanto, mengimbau orang tua anggota Paskibraka putri melaporkan kasus pelecehan seksual yang dilakukan dua senior Purna Paskibraka Indonesia (PPI) ke Polda Metro Jaya.

"Ini harus diproses secara hukum," kata Prijanto, di Jakarta, Jumat, 20 Agustus 2010.

Prijanto juga meminta Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Jakarta tidak tinggal diam terhadap kasus ini. Ia minta dinas juga segera menyelesaikan masalah ini melalui jalur hukum, karena terdapat unsur pidana.

Pernyataan Prijanto disampaikan usai menerima data kronologis kasus pelecehan seksual yang dialami 14 anggota Paskibraka -- yang diperintahkan senior yang juga berjenis kelamin putri -- untuk lari telanjang.

"Apa yang dilaporkan oleh orang tua anggota Paskibraka (pelecehan seksual) memang benar terjadi. Saya kira pelaku memang memiliki penyakit," katanya.

Kedua senior putri itu merupakan anggota PPI Jakarta. Masing-masing berinisial A dan E. Prijanto menduga mereka punya kelainan seksual. Perbuatan yang dilakukan kedua senior, menurut Prijanto, kemungkinan karena pengaruh pergaulan.

Kemudian, agar kasus ini benar-benar tuntas, Prijanto juga memerintahkan tim investigasi PPI untuk meneliti dan mendalami latar belakang hidup kedua senior putri.

"Karena itu harus diteliti latar belakangnya. Meski pelaku juga perempuan, tapi apa yang mereka lakukan telah keluar dari norma dan prosedur," kata Prijanto.

Setelah kasus ini tuntas, Prijanto meminta PPI Jakarta untuk lebih selektif dalam memilih instruktur yang akan melatih anggota Paskibraka. (hs)
Sumber :VIVAnews, jumat 20 agustus 2010

Monday, July 26, 2010

Gladian Sentra Daerah Paskibraka Kabupaten Gunungkidul 2010

Tanggal 26 Juli Adalah hari dimana pelatihan Calon anggota paskibraka kabupaten Gunungkidul tahun 2010 dimulai.Banyak hal baru yang akan dihadapi oleh Paskibraka tahun ini. Mulai dari Bendera yang dikibarkan, tata cara pembinaan dan pelatihan serta Tim Pembinaan Gladian Sentra yang tentunya lebih terkoordinir dengan baik.Pembinaan dan pelatihan akan dibagi menjadi dua tahap, Tahap pertama akan dilaksanakan mulai tanggal 26 Juli sampai tanggal 7 Agustus dengan waktu mulai Pukul 12.00 sampai 16.00. Kemudian tahap kedua dimulai tanggal 12 sampai 18 agustus, seluruh calon paskibraka masuk karantina (red Desa Bahagia). Seiring dengan terbenturnya bulan puasa tentunya Latihan yang dilaksanakan harus lebih berkualitas. Tim harus berjuang extra agar hasil yang didapatkan tidak mengecewakan.Oleh sebab itu dengan Tim yang semakin kuat diharapkan bisa merubah kearah yang jauh lebih baik.APAPUN TARUHANNYA SANG DWI WARNA HARUS TETAP BERKIBAR DI ANGKASA.BAGIMU NEGERI JIWA RAGA KAMI. SALAM PASKIBRAKA!

Thursday, May 13, 2010

Pengumuman Seleksi Paskibraka Kabupaten Gunungkidul tahun 2010

Setelah melalui seleksi yang berat,akhirnya usai sudah seleksi calon anggota paskibraka kab. Gunungkidul tahun 2010.Test yang dilaksanakan meliputi,
Hari pertama test postur dan baris,hari ke dua meliputi test kesehatan dan psikotest dan hari ketiga test fisik. Pada hari pertama banyak peserta jatuh sakit karena begitu teriknya sinar matahari dan cukup menguji sejauh mana ketahanan fisik peserta. Namun hal itu tidak menjadi kendala yang berarti.sekitar pukul 13.00 turun hujan untung saja nama peserta yang lolos pada hari ke 2 sudah dalam genggaman tangan. Pada hari kedua ada 100 orang yang diseleksi dan pada hari itu juga diambil 80 orang.berikut adalah Daftar nama peserta
yang lolos seleksi

Monday, May 3, 2010

SELEKSI CALON PASKIBRAKA KABUPATEN GUNUNGKIDUL TAHUN 2010

Seleksi calon paskibraka tahun ini masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Akan dibagi menjadi 3 tahap yaitu seleksi kesekolah-sekolah yang ditunjuk kemudian seleksi tingkat kabupaten dan terakhir seleksi tingkat propinsi
seleksi tahun ini akan dimulai pada tanggal 4 mei 2010.sebelumnya akan dilakukan seleksi ke Sekolah dengan pembagian :
tanggal 4
1. SMA 1 Wonosari
2. SMA 2 Wonosari
3. SMK 1 Wonosari
Tanggal 5
1. SMK 2 Wonosari
2. SMK 3 Wonosari
3. SMA 1 Karangmojo
Tanggal 6
1. SMA 1 Playen
2. SMA 2 Palyen
yang lolos akan dikirim ke tingkat kabupaten bersama dengan duta dari SMA/SMK/MA di seluruh Kabupaten Gunungkidul pada tanggal 10,11 dan 12 mei 2010 bertempat Di SKB Wonosari dimulai pada pukul 07.00

Kriteria Calon Paskibraka

1.AKHLAK
Mental / moral dapat dipertanggungjawabkan, mentaati kewajiban agama yang dianutnya berbudi pekerti dan bertingkah laku baik.

2.KEPRIBADIAN
Mudah dan pandai bergaul. Bersahaja, sopan dan disiplin. penampilan segar dan simpatik.

3.KESEHATAN JASMANI
Tinggi badan putri 160-170 cm dan putra 165-175 cm tegap dan tidak cacat badan, sehat jasmani dan rohani,tidak berkacamata, gigi sehat, rapi dan tidak berlubang.

4.KEMAMPUAN/ PRESTASI
Mahir baris berbaris, memiliki kecakapan kepemimpinan, menghayati arti sejarah proklamasi dan fungsi bendera merah putih

5.BELUM PERNAH MENJADI ANGGOTA PASKIBRAKA
belum pernah menjadi anggota paskibraka baik tingkat kabupaten/kota, propinsi maupun Nasional.

Saturday, March 6, 2010

PPI GUNUNGKIDUL INISIATOR DAN PERANTARA GUNUNGKIDUL TERIMA DUPLIKAT BENDERA PUSAKA

Sejarah baru telah terjadi di kabupaten Gunungkidul. Jumat, 5 Maret 2010 sekitar pukul 09.00 WIB, telah dilaksanakan penyerahan Bendera Duplikat Pusaka dari Sekretariat Negara Republik Indonesia kepada Kabupaten Gunungkidul melalui Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Gunungkidul di Ruang Rapat I Kantor Pemda Kabupaten Gunungkidul. Acara yang berlangsung sekitar satu jam tersebut diantaranya dihadiri oleh Muspida Kabupaten Gunungkidul, Penasehat PPI Gunungkidul, Majelis Tinggi Organisasi, Pelatih Paskibraka Kabupaten Gunungkidul, Pengurus Harian PPI Gunungkidul serta tamu undangan dari instansi terkait di wilayah Kabupaten Gunungkidul.

Penyerahan Bendera dilakukan oleh pihak PPI yang menjadi perantara antara Setneg RI kepada Pemda Kabupaten Gunungkidul yang diwakili oleh Ketua Pengurus PPI Kabupaten Gunungkidul Sampah Muhari dan diterima Bupati Gunungkidul yang diwakili oleh Sekda Kabupaten Gunungkidul Drs. M. Joko Sasono.
Keberhasilan mendapatkan bendera duplikat ini merupakan bentuk nyata dari komitmen PPI Kabupaten Gunungkidul.Atas inisiatif PPI Kabupaten Gunungkidul meminta Pemerintah Kabupeten Gunungkidul untuk mengirim surat ke Sekretariat Negara RI. Inilah kali pertamanya Kabupaten Gunungkidul akan menggunakan Bendera Duplikat yang sudah seharusnya digunakan dari tingkat nasional (setelah Bendera Pusaka asli tidak layak dikibarkan), provinsi, dan kabupaten / kota di seluruh Indonesia. Semangat dan tekad yang besar dari PPI Kabupaten Gunungkidul ini ternyata membuahkan hasil yang sangat menggembirakan, kali pertamanya Kabupaten Gunungkidul bisa mendapatkan Bendera Duplikat yang nantinya akan dikibarkan pada tanggal 17 Agustus 2010 dan pada Upacara Peringatan Detik Detik Proklamasi HUT RI selanjutntya.
Keberhasilan mendapatkan Bendera Duplikat ini semoga akan memberikan perubahan yang lebih baik untuk Pemerintah dan Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Gunungkidul, serta semangat baru untuk calon Paskibaraka mendatang.

Monday, March 1, 2010

BENDERA DUPLIKAT ITU JUGA SUDAH JADI "PUSAKA"

Karena dikibarkan di tiang 17 Istana Merdeka setiap upacara 17 Agustus, bendera pusaka yang usianya sudah sangat tua mulai robek di keempat sudutnya. Pada bulan Agustus 1968, Husein Mutahar sudah diberitahu oleh Presiden Soeharto tentang rencana pembuatan duplikat bendera pusaka. Tapi ia mengusulkan agar penggantian dilakukan pada tahun berikutnya, 1969, karena bendera pusaka harus tetap dikibarkan saat Soeharto memulai jabatan Presiden RI.

Pada tahun 1969, pembuatan bendera duplikat disetujui. Dalam usulannya, Mutahar meminta agar duplikat bendera pusaka dibuat dengan tiga syarat, yakni: (1) bahannya dari benang sutera alam, (2) zat pewarna dan alat tenunnya asli Indonesia, dan (3) kain ditenun tanpa jahitan antara merah dan putihnya. Sayang, gagasan itu tidak semuanya terpenuhi karena keterbatasan yang ada. Pembuatan duplikat bendera pusaka itu memang terlaksana, dan dikerjakan oleh Balai Penelitian Tekstil Bandung, dibantu PT Ratna di Ciawi Bogor. Syarat yang ditentukan Mutahar tidak terlaksana karena bahan pewama asli Indonesia tidak memiliki warna merah standar bendera. Sementara penenunan dengan alat tenun asli bukan mesin akan memakan waktu terlalu lama, sedangkan bendera yang akan dibuat jumlahnya cukup banyak. Duplikat akhimya dibuat dengan bahan sutera, namun menggunakan bahan pewarna impor dan ditenun dengan mesin. Bendera duplikat itu kemudian dibagi-bagikan ke seluruh daerah tingkat I, tingkat II dan perwakilan Indonesia di luar negeri pada 5 Agustus 1969.

Namun, untuk pengibaran pada tanggal 17 Agustus 1969 di Istana Merdeka, sebelumnya telah dibuat sebuah duplikat bendera pusaka lain dengan bahan yang tersedia, yakni dari kain bendera (wool) yang berwarna merah dan putih kekuningkuningan. Karena lebar kainnya hanya 50 cm, setiap bagian merah dan putih bendera itu terdiri dari masing-masing tiga potongan kain memanjang. Seluruh potongan itu disatukan dengan mesin jahit dan pada salah satu bagian pinggimya dipasangi sepotong tali tambat. Pemasangannya di tali tiang tidak satu persatu (seperti pada duplikat bendera pusaka hasil karya Balai Penelitian Tekstil), tapi cukup diikatkan pada kedua ujung tali tambatnya. Ketidaksamaan bentuk tali pengikat antara duplikat bendera pusaka di Istana Merdeka dengan duplikat bendera pusaka yang dibagikan ke daerah, seringkali menimbulkan masalah. Dalam pengibaran bendera pusaka di daerah, terjadi ketidakpraktisan saat mengikat tali tambat yang jumlahnya banyak. Hal itu sering membuat waktu yang dibutuhkan untuk mengikat menjadi sangat lama, belum lagi kemungkinan terjadi kesalahan sehingga bendera berbelit sewaktu dibentang sebelum dinaikkan.


Pada tahun 1984, setelah dikibarkan di Istana Merdeka setiap tanggal 17 Agustus selama 15 kali, bendera duplikat yang terbuat dari kain wool itu pun terlihat terlihat mulai renta. Mutahar yang menonton upacara pengibaran bendera oleh Paskibraka melalui pesawat televisi, tiba-tiba dikejutkan dengan celetukan ’cucunya’. ”Eyang, kok benderanya sudah tua, apa nggak robek kalau ditiup angin,” kata sang cucu. ”Masya Allah. Aku baru sadar kalau ternyata bendera duplikat itu usianya sudah 15 tahun. Maka, siang itu juga aku mengetik surat yang kutujukan pada Pak Harto. Isinya mengingatkan beliau bahwa bendera duplikat yang dikibarkan di Istana sudah harus ’pensiun’ dan apa mungkin bila dibuatkan duplikat yang baru,” papar Mutahar. Ternyata, Pak Harto membaca surat itu dan memenuhi permintaan Mutahar.
”Allah Maha Besar karena suratku diperhatikan oleh Pak Harto,” kenang Mutahar. Maka, pada tahun 1985 bendera duplikat kedua mulai dikibarkan, sementara bendera duplikat pertama yang terbuat dari kain wool kini disimpan dalam museum di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Bendera duplikat kedua untuk seterusnya menjadi bendera yang dikibarkan setiap 17 Agustus sampai saat ini. Mengingat usianya yang juga sudah ’renta’ yakni 22 tahun, ada baiknya Presiden RI kembali diingatkan untuk memeriksa apakah bendera duplikat kedua itu masih layak untuk dikibarkan. Bila tidak, sudah waktunya pula bendera itu diistirahatkan dan ditempatkan di museum mendampingi duplikat pertama. Sementara untuk pengibaran di Istana Merdeka, bisa dibuatkan duplikat yang baru dengan bahan yang lebih baik dan tahan lama.
Sumber : Bulletin Paskibraka 78, Edisi Juni 2007

Monday, January 25, 2010

hilangnya rasa cinta tanah air


Hilangnya rasa cinta tanah air yang dimiliki oleh bangsa Indonesia memang telah memudar. Hal ini dapat kita lihat dari banyaknya kasus korupsi, buang sampah sembarangan, penebangan pohon secara liar, banyaknya pembajakan terhadap produk-produk tertentu hingga kasus bom yang baru-baru saja terjadi.

Sementara banyak orang yang berspekulasi tentang penyebab kejadin pemboman tersebut, sebenanrnya yang menjadi akar permasalahannya adalah kurangnya atau punahnya rasa cinta tanah air.Kita sebut saja jika mereka memang mempunyai rasa cinta tanah air,maka mereka tidak akan melakukan aksi pemboman di negeri sendiri.Tidak ada keuntungan dari aksi pemboman ini, tragedi ini hanya mengakibatkan citra Indonesia semakin buruk di mata dunia,yang berakibat banyak negara yang melarang warganya untuk mengunjungi Indonesia,sehingga devisa negara berkurang,yang mengakibatkan berkurangnya pemasukan kas negara.Berkurangnya pemasukan kas negara mengakibatkan kondisi perekonomian semakin kacau,akan semakin banyak gelandangan di Indonesia,dan rakyat miskin akan semakin bertambah. Dan pada akhirnya rakyat jugalah yang menjadi korban akhir dari dampak pemboman ini.Mereka yang membom mereka juga yang akan merasakan akibatnya.

Jika saja merema memang memiliki rasa cinta tanah air yang besar, sudah pasti mereka tidak akan melakukan pemboman di negeri sendiri,dan tidak juga melakukan pemboman di negeri lain.HIlangnya jati diri bangsa,kurangnya kepedulian terhadap sesama,kurangnya rasa cinta tanah air lah yang meyebabkan hal ini dapat terjadi.CInta tanah air,berarti mencintai Indonesia apa adanya,kita adalah satu keluarga besar yang terdiri dari berbagai macam kebudayaan masing-masing,cintailah itu,banggalah menjadi sebuah bangsa yang memiliki kebudayaan yang unik dan cintailah negrimu.Apapun dan bagaimanapun ini adalah negeri kita Indonesia tempat kita bernapas,tempat kita berlindung maka dari itu cintailah Indonesiamu.

sumber : http://www.zonaiklan.com/


Wednesday, December 16, 2009

Perancang Lambang RI yang terlupakan


SEPANJANG orang Indonesia, siapa tak kenal burung Garuda berkalung perisai yang merangkum lima sila (Pancasila). Tapi orang Indonesia mana sajakah yang tahu, siapa pembuat lambang negara itu dulu? Dia adalah Sultan Hamid II, yang terlahir dengan nama Syarif Abdul Hamid Alkadrie, putra sulung Sultan Pontianak; Sultan Syarif Muhammad Alkadrie. Lahir di Pontianak tanggal 12 Juli 1913.
Dalam tubuhnya mengalir darah Indonesia, Arab –walau pernah diurus ibu asuh berkebangsaan Inggris. Istri beliau seorang perempuan Belanda yang kemudian melahirkan dua anak –keduanya sekarang di Negeri Belanda.

Syarif Abdul Hamid Alkadrie menempuh pendidikan ELS di Sukabumi, Pontianak, Yogyakarta, dan Bandung. HBS di Bandung satu tahun, THS Bandung tidak tamat, kemudian KMA di Breda, Negeri Belanda hingga tamat dan meraih pangkat letnan pada kesatuan tentara Hindia Belanda.

Ketika Jepang mengalahkan Belanda dan sekutunya, pada 10 Maret 1942, ia tertawan dan dibebaskan ketika Jepang menyerah kepada Sekutu dan mendapat kenaikan pangkat menjadi kolonel. Ketika ayahnya mangkat akibat agresi Jepang, pada 29 Oktober 1945 dia diangkat menjadi Sultan Pontianak menggantikan ayahnya dengan gelar Sultan Hamid II. Dalam perjuangan federalisme, Sultan Hamid II memperoleh jabatan penting sebagai wakil Daerah Istimewa Kalimantan Barat (DIKB) berdasarkan konstitusi RIS 1949 dan selalu turut dalam perundingan-perundingan Malino, Denpasar, BFO, BFC, IJC dan KMB di Indonesia dan Belanda. Sultan Hamid II kemudian memperoleh jabatan Ajudant in Buitenfgewone Dienst bij HN Koningin der Nederlanden, yakni sebuah pangkat tertinggi sebagai asisten ratu Kerajaan Belanda dan orang Indonesia pertama yang memperoleh pangkat tertinggi dalam kemiliteran. Pada 21-22 Desember 1949, beberapa hari setelah diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio, Westerling yang telah melakukan makar di Tanah Air menawarkan “over commando” kepadanya, namun dia menolak tegas. Karena tahu Westerling adalah gembong APRA. Selanjutnya dia berangkat ke Negeri Belanda, dan pada 2 Januari 1950, sepulangnya dari Negeri Kincir itu dia merasa kecewa atas pengiriman pasukan TNI ke Kalbar - karena tidak mengikutsertakan anak buahnya dari KNIL. Pada saat yang hampir bersamaan, terjadi peristiwa yang menggegerkan; Westerling menyerbu Bandung pada 23 Januari 1950. Sultan Hamid II tidak setuju dengan tindakan anak buahnya itu, Westerling sempat di marah. Sewaktu Republik Indonesia Serikat dibentuk, dia diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio dan selama jabatan menteri negara itu ditugaskan Presiden Soekarno merencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang negara. Dari transkrip rekaman dialog Sultan Hamid II dengan Masagung (1974) sewaktu penyerahan file dokumen proses perancangan lambang negara, disebutkan “ide perisai Pancasila” muncul saat Sultan Hamid II sedang merancang lambang negara. Dia teringat ucapan Presiden Soekarno, bahwa hendaknya lambang negara mencerminkan pandangan hidup bangsa, dasar negara Indonesia, di mana sila-sila dari dasar negara, yaitu Pancasila divisualisasikan dalam lambang negara. Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis M Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M A Pellaupessy, Moh Natsir, dan RM Ng Purbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah. Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku “Bung Hatta Menjawab” untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan sayembara. Terpilih dua rancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M Yamin. Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR RIS adalah rancangan Sultan Hamid II. Karya M Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari dan menampakkan pengaruh Jepang. Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Terjadi kesepakatan mereka bertiga, mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”. Tanggal 8 Februari 1950, rancangan final lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno. Rancangan final lambang negara tersebut mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan, karena adanya keberatan terhadap gambar burung garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap bersifat mitologis.

Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali-Garuda Pancasila. Disingkat Garuda Pancasila. Presiden Soekarno kemudian menyerahkan rancangan tersebut kepada Kabinet RIS melalui Moh Hatta sebagai perdana menteri. AG Pringgodigdo dalam bukunya “Sekitar Pancasila” terbitan Dep Hankam, Pusat Sejarah ABRI menyebutkan, rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS. Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila masih “gundul” dan “tidak berjambul” seperti bentuk sekarang ini. Inilah karya kebangsaan anak-anak negeri yang diramu dari berbagai aspirasi dan kemudian dirancang oleh seorang anak bangsa, Sultan Hamid II Menteri Negara RIS.

Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes Jakarta pada 15 Februari 1950. Penyempurnaan kembali lambang negara itu terus diupayakan. Kepala burung Rajawali Garuda Pancasila yang “gundul” menjadi “berjambul” dilakukan. Bentuk cakar kaki yang mencengkram pita dari semula menghadap ke belakang menjadi menghadap ke depan juga diperbaiki, atas masukan Presiden Soekarno. Tanggal 20 Maret 1950, bentuk final gambar lambang negara yang telah diperbaiki mendapat disposisi Presiden Soekarno, yang kemudian memerintahkan pelukis istana, Dullah, untuk melukis kembali rancangan tersebut sesuai bentuk final rancangan Menteri Negara RIS Sultan Hamid II yang dipergunakan secara resmi sampai saat ini.

Untuk terakhir kalinya, Sultan Hamid II menyelesaikan penyempurnaan bentuk final gambar lambang negara, yaitu dengan menambah skala ukuran dan tata warna gambar lambang negara di mana lukisan otentiknya diserahkan kepada H Masagung, Yayasan Idayu Jakarta pada 18 Juli 1974 Rancangan terakhir inilah yang menjadi lampiran resmi PP No 66 Tahun 1951 berdasarkan pasal 2 Jo Pasal 6 PP No 66 Tahun 1951. Sedangkan Lambang Negara yang ada disposisi Presiden Soekarno dan foto gambar lambang negara yang diserahkan ke Presiden Soekarno pada awal Februari 1950 masih tetap disimpan oleh Kraton Kadriyah Pontianak. Sultan Hamid II wafat pada 30 Maret 1978 di Jakarta dan dimakamkan di pemakaman Keluarga Kesultanan Pontianak di Batulayang. Turiman SH M.Hum, Dosen Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak yang mengangkat sejarah hukum lambang negara RI sebagai tesis demi meraih gelar Magister Hukum di Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa hasil penelitiannya tersebut bisa membuktikan bahwa Sultan Hamid II adalah perancang lambang negara. “Satu tahun yang melelahkan untuk mengumpulkan semua data. Dari tahun 1998-1999,” akunya. Yayasan Idayu Jakarta, Yayasan Masagung Jakarta, Badan Arsip Nasional, Pusat Sejarah ABRI dan tidak ketinggalan Keluarga Istana Kadariah Pontianak, merupakan tempat-tempat yang paling sering disinggahinya untuk mengumpulkan bahan penulisan tesis yang diberi judul Sejarah Hukum Lambang Negara RI (Suatu Analisis Yuridis Normatif Tentang Pengaturan Lambang Negara dalam Peraturan Perundang-undangan). Di hadapan dewan penguji, Prof Dr M Dimyati Hartono SH dan Prof Dr H Azhary SH dia berhasil mempertahankan tesisnya itu pada hari Rabu 11 Agustus 1999. “Secara hukum, saya bisa membuktikan. Mulai dari sketsa awal hingga sketsa akhir. Garuda Pancasila adalah rancangan Sultan Hamid II,” katanya pasti. Besar harapan masyarakat Kal-Bar dan bangsa Indonesia kepada Presiden RI SBY untuk memperjuangkan karya anak bangsa tersebut, demi pengakuan sejarah, sebagaimana janji beliau ketika berkunjung ke Kal-Bar dihadapan tokoh masyarakat, pemerintah daerah dan anggota DPRD Provinsi Kal-Bar.**


Sultan Hamid II Pencipta Burung Garuda
Syarif Abdul Hamid Alkadrie yang bergelar Sultan Hamid Alkadrie II dan Sultan ke 8 Pontianak, Kalbar ini adalah pencipta Burung Garuda. Sultan Hamid juga orang Indonesia pertama yang berpangkat tertinggi di dunia militer.

Pontianak: Nama Syarif Abdul Hamid Alkadrie memang kurang dikenal di Tanah Air. Padahal, tokoh nasional dari Pontianak, Kalimantan Barat ini adalah pencipta lambang negara Indonesia, Burung Garuda.

Selain pencipta lambang negara, Syarif yang bergelar Sultan Hamid Alkadrie II dan Sultan ke 8 Pontianak ini juga adalah orang Indonesia pertama yang berpangkat tertinggi di dunia militer, yaitu mayor jendral.

Sultan Hamid membuat lambang negara berdasarkan penugasan Presiden Sukarno pada 1950. Saat itu dia menjabat menteri tanpa porto folio. Rekannya, Muhammad Yamin sebenarnya juga membuat rancangan lambang negara, Namun, Sukarno akhirnya memilih rancangan Sultan Hamid. Setelah disempurnakan, gambar Burung Garuda diresmikan Sukarno sebagai lambang negara pada 10 Februari 1950.

Salinan sketsa Burung Garuda yang tersimpan di Keraton Kadriah, Pontianak ini menunjukkan proses pembuatan lambang negara sangat rumit hingga harus diubah berkali-kali.

Tuesday, November 24, 2009

UNTUK PERTAMA KALINYA PURNA PASKIBRAKA INDONESIA KABUPATEN GUNUNGKIDUL DIKUKUHKAN Lomba Baris-Berbaris memperingati hari sumpah pemuda ke-81

Sabtu, 24 oktober 2009 merupakan peristiwa bersejarah bagi Purna Paskibraka Indonesia Kab.Gunungkidul, dengan dikukuhkanya kepengurusan baru oleh Bupati Gunungkidul yang diwakili oleh Drs. M Joko Sasono Sekda Kab.Gunungkidul maka resmi sudah kepengurusan saat ini. Sebelum pengukuhan pengurus yang berjumlah 23 orang, dilakukan pelantikan anggota oleh ketua lama Isdiyantoro B.S,S.Pdi. Pengukuhan ini dihadiri oleh Muspida Kab.Gunungkidul selaku dewan penasihat, Pejabat Dikpora,Majelis Pertimbangan Organisasi, Organisasi Pemuda serta Pengurus PPI Provinsi DIY.
Dalam sambutannya, Ketua terlantik Sampah Muhari menyampaikan bahwa PPI GK akan menjadi mitra yang baik bagi pemerintah kab.Gunungkidul, Peningkatan kualitas dan kuantitas SDM sehingga mampu mengangkat citra baik Gunungkidul dimata luar melalui kegiatan kepemudaan.


























Bekerja Sama Dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan olahraga
, minggu(25/10) Dilanjutkan dengan Lomba Baris-berbaris memperingati haris sumpah pemuda ke-81.Jumlah peserta yang ikut, SD/MI 29 pleton, SMP/MTS 29 Pleton dan SMA/SMK/MA 27 Pleton.dengan hasil kejuaraan sbb :
SD/MI

Pleton Putra: juara I no dada15 dari SD Gajasari Nglipar jara II no dada 4 dari SD AL Mujahidin, Juara III no dada 24 dari SD Mulo Baru Untuk
Pleton Puti : juara I no dada 13 dari SD IT Wonosari, Juara II no dada 23 dari SD AL Mujahidin, dan juara III no dada 16 dari SD Gajasari Nglipar
DANTON TERBAIK PUTRI:Virnanda SH dari SD N Mujahidin
DANTON TERBAIK PUTRA : Eko P dari SD N 1 Panggang
dan JUARA UMUM SD AL MUJAHIDIN WONOSARI

SMP/MTs
PLETON PUTRI : Juara I No dada 15 dari SMP 1 Nglipar, juara II no dada14 dari SMP 2 Karangmojo, Juara III no.dada 12 dari SMP 2 Ponjong.
PLETON PUTRA : Juara I no.dada 10 dari SMP 1 Nglipar, Juara II no.dada 27 SMP 1 Wonosari dan Juara 3 no.dada 22 dari SMP 2 ponjong
DANTON TERBAIK PUTRI:Elvi Husniawati dari SMP N 1 Ponjong.
DANTON TERBAIK PUTRA: Edy Ardiyanto dari SMP N 1 Nglipar
JUARA UMUM SMP 1 NGLIPAR

SMA/SMK/MA
PLETON PUTRI: Juara I no.dada 11 dari SMA 1 Wonosari , Juara II no.dada 23 dari SMK N 2 wonosari, JuaraIII no.dada 26 dari SMK N 1 Saptosari
PLETON PUTRA: Juara I no.dada 21 dari SMKN 2 Wonosari, Juara II no.dada 20 dari SMKN 3 Wonosari, Juara III no.dada 7 dari SMKN 3 Wonosari
DANTON TERBAIK PUTRI: Fauziah dari SMA N 1 Wno
DANTON TERBAIK PUTRA: Mulyo H dari SMK N 2 Wno
dan JUARA UMUM SMK N 2 WONOSARI



Wednesday, June 10, 2009

JIWA PASKIBRAKA


Paskibraka menjalankan tugas untuk mengibarkan bendera merah putih dan jiwa yang harus tertanam didalam hati anggota paskibraka adalah jiwa merah putih. Bendera merah-putih melambangkan keberanian dan kesucian, ketika dibelai angin yang bertiup kencang, sang merah putih berkibar gagah, tegar dan tidak goyah, sedang pada waktu angin sepoi-sepoi, tampaklah sang merah putih berkibar dengan penuh kelembutan dan memancarkan sinar keagungan yang penuh kharisma. Jiwa seorang Paskibraka harus tegar, positip, pantang menyerah dan tidak putus asa ketika mengalami dan menghadapi kesulitan dan selalu dibekali hati nan lembut serta penuh dengan kasih sayang”. Darah dalam tubuh manusia berwarna merah dan putih serta mengalirkan kehidupan jasmani dan rohani. Dengan tekun dan sabar darah merah mengangkut makanan keseluruh tubuh untuk memberi tenaga dan darah putih dengan sikap pantang menyerah penuh nilai kepahlawanan akan mencegah semua penyakit yang akan menggerogoti tubuh kita. Jiwa merah putih adalah suatu bentuk cinta kasih yang akan menumbuhkan suatu rasa pengabdian kepada ibu pertiwi, karena ibu pertiwi sudah memberikan susu dan madunya bagi umat manusia Indonesia agar dapat hidup gemah ripah loh jinawi yaitu suatu kemakmuran bagi setiap manusia yang hidup diatasnya.

Jiwa merah putih adalah jiwa yang penuh kasih dan pengabdian, seperti seorang ibu yang memberikan susunya dengan rela dan penuh cinta kasih kepada anaknya. Demikian juga ibu pertiwi yang tidak pernah lelah dan menggerutu memberikan madu dan segala isinya untuk kehidupan manusia Indonesia. Paskibraka yang berjiwa merah putih harus mau dan berani meniru bumi Pertiwi yaitu rela berkorban dengan penuh cinta kasih untuk sesama dan semua mahluk ciptaan Nya. Bumi pertiwi yang selalu dinjak-injak, diludahi, disakiti, dicerca, dikhianati dan tidak pernah diperhatikan, masih selalu tersenyum dan dengan penuh suka cita memberikan buah, susu dan madunya untuk manusia. Bumi pertiwi dengan penuh cinta kasih selalu memberi dan memberi tanpa mengharapkan pujian, imbalan.

Matahari dari waktu kewaktu selalu bersinar dan tersenyum serta menyapa dengan lembut dari pagi sampai sore, dan waktu malam hari dengan dibantu bulan tetap menyinarkan cahayanya ke dunia ini. Disawah kunang-kunang menerangi kegelapan dengan keindahan sinarnya yang elok tanpa pernah merasakan pujian dari umat manusia, demikian juga lilin lilin kecil yang menerangi tempat disekitarnya dengan ihklas walau tubuhnya terbakar demi memberikan terang disekitarnya. Paskibraka sebagai Pandu Ibu Pertiwi yang berjiwa merah putih haru sbisa memberikan cahaya terang dilingkungan sekitarnya dan selalu bersikap kesatria. Sikap dan tingkah lakunya lemah lembut namun mengandung ketegasan. Nada bicara dan candanya selalu melihat situasi dan kondisi sekelilingnya (em­pan papan). Sebagai tanda cinta cita rasa manusia beradab dan berbudaya tinggi, dari hati sanubarinya yang paling dalam selalu terungkap ucapan “salomkasih” (salam, tolong, maaf, terimakasih).

Seorang paskibraka yang penuh cinta kasih akan selalu berpikir positip dan berani untuk menyapa, dia akan selalu menyapa terlebih dahulu dan tidak akan menunggu untuk disapa oleh semua orang yang ditemuinya, baik orang tua, kakak, adik, saudara-saudaranya, atasan, bawahan dan teman-teman yang lain. Dengan penuh kasih sayang dia akan bersuka cita menyapa dan menunjukkan empati kepada semua orang, perhatian penuh kasih sayang akan tercermin dalam tingkah laku, sikap dan perbuatannya, tutur katanya lembut, suaranya memancarkan suka cita suara hati yang yang bahagia, senyum tulus akan menghiasi bibir dan hatinya sehingga saat berbicara akan terdengar nada yang sangat ramah tanpa kesan dibuat-buat. Saat bertemu ia akan mengucapkan “salam”, salam tersebut dapat berupa ucapan : assalamu’alaikum, selamat pagi, siang atau malam, apa kabar dan sebagainya dengan nada suka cita dan ketulusan. Ucapan salam bisa diteruskan dengan suatu uluran tangan untuk berjabat tangan,. Jabat tangan kepada orang yang kita beri salam dengan penuh kehangatan dan kasih sayang akan mengalirkan kebahagiaan dan kedamaian bagi semua orang yang kita beri salam.

Apabila menginginkan atau meminta sesuatu dari orang lain maka dengan ketulusan hati dan suara yang penuh senyum secara otomatis terucap kata kata “tolong”. Permintaan tolong adalah suatu sikap kerendahan hati karena akan memohon suatu bantuan karena akan dan telah mengganggu serta merepotkan tetapi akan terdengar sangat sopan oleh orang yang dimintai tolong dan pasti dengan penuh suka cita akan menolong kita.

Ucapkanlah permohonan “maaf” atas segala tingkah laku, sikap, perbuatan kita yang mungkin secara tidak sengaja membuat orang lain menjadi tidak nyaman baik secara phisik maupun kejiwaan. Seorang yang mampu mengucapakan permintaan maaf adalah seorang yang mempunyai jiwa besar, rendah hati dan bisa menghormati orang lain. Rendah hati adalah suatu sikap untuk menghargai sesama dengan berani mengakui dan memuji kelebihan sesama sehingga kita juga bisa mensyukuri kelebihan yang dianugerahkan kepada kita. Dengan kerendahan hati, kita menjadi terbuka dan selalu bersyukur sehingga dapat menyinari lingkungan dimana kita berada dan berani mengucapkan permohonan maaf dengan spontan tanpa suatu keraguan jika kita berbuat suatu kesalahan atau mungkin dianggap salah oleh orang lain. Permohonan maaf bukan berarti kita pasti berbuat salah, akan tetapi itulah tanda kebesaran dari jiwa paskibraka.

Ucapkanlah “terima kasih” atas segala kebaikan yang sudah diterima karena dalam ucapan terima kasih terkandung suatu pujian syukur kepada Nya karena cinta kasih yang telah diberikan Nya melalui orang lain yang sudah kita terima. Ucapkan terima kasih dengan tulus, santun dan spontan serta keluar dari nurani yang paling dalam. Disertai anggukan kepala, senyum dan tatapan mata yang tulus akan me­man­carkan pesona yang membuat orang lain tertarik untuk mengikuti suri tauladannya.

Wednesday, May 13, 2009

Akhir Seleksi Capaska Kab.Gunungkidul 2009


Alhamdulillah rangkaian seleksi calon Paskibraka Kabupaten Gunungkidul tahun 2009 telah usai.Seleksi dimulai tanggal 29 april selama tiga hari kemudian dilanjutkan tanggal 5-7 mei 2009 yang kemudian terpilih 80 siswa SMA/SMK dari seluruh Gunungkidul terdiri dari 50 putra dan 30 putri.Dari 80 siswa tersebut telah diambil 8 orang, 4 putra dan 4 putri untuk mengikuti seleksi di tingkat propinsi yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 29,30 n 31 mei 2009.dan 8 siswa tersebut adalah :


Putri :
Dhenia Istikadewi (SMA 1 Wonosari)
Noorrachma Chandra Novianti (SMA 1 Wonosari)
Oksi Pranani (SMA 2 Wonosari)
Mella Retnaningdyah (SMA 2 Wonosari)

Putra :
Anggarawan Ghodi Suryatama (SMA 1 Wonosari)
Agung (SMA 1 Wonosari)
Dedy (SMKN 2 Wonosari)
Taupik (SMK N 2 Wonosari)

Kemudian Tersisa 72 orang yang akan ditugaskan di Kabupaten Gunungkidul.

Buat adek-adek capaska...
semangat...
melalui tangan kalianlah merah putih akan berkibar..
dan di dalam jiwa-jiwa kalianlah merah putih akan bersemayam...

karena NKRI ADALAH HARGA MATI...

Saturday, April 18, 2009

SELEKSI PASKIBRAKA 2009 KAB.GUNUNGKIDUL


SALAM PASKIBRAKA!!!
SALAM JIWA MERAH PUTIH....
Bagi adek-adek SMA/SMK kelas X dan XI baik Tonti maupun yang bukan,
bahwa,
Seleksi paskibraka tahun 2009 Gunungkidul akan dilaksanakan menjadi 2 tahap





TAHAP PERTAMA
pada tanggal 29,30 april dan 1 mei 2009
dengan agenda Tim seleksi datang langsung ke SMA/SMK
diantaranya sekolah yang akan didatangi adalah
29 APRIL : SMA 1Wno, SMA2Wno, SMKN 1 Wno,SMK muh 1 Wno
30 APRIL: SMKN 3 wno, SMKN 2 Wno, SMA 2 Playen
1 MEI : SMA1 Karangmojo dan SMK Tanjungsari
TAHAP KEDUA
seleksi akan dilaksanakan di halaman SKB Wonosari
Pada tanggal 5, 6 dan 7 mei 2009
dengan peserta, semua peserta yang dinyatakan lolos seleksi pada tahap pertama bagi sekolah didatangi dan wakil dari SMA/SMK bagi yang belum didatangi.
SYARAT-SYARAT YANG AKAN DINILAI ADALAH
1. FACE / PERFORMANCE
2. POSTUR TUBUH
3. IQ (KECERDASAN DAN WAWASAN
4. ETIKA,SIKAP DAN PERGAULAN
5. BARIS
untuk keterangan lebih lanjut tentang syarat calon Paskibraka bisa di lihat di sekolah masing-masing