Friday, October 29, 2010

Hasil Lomba Baris-berbaris Kab. Gunungkidul 2010

Lomba Baris-berbaris dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda ke-82 tahun 2010 yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul bekerjasama dengan Purna Paskibraka Indonesia Gunungkidul, Minggu 24 oktober 2010 berjalan dengan lancar. Meskipun saat lomba berlangsung sekitar pukur 12.00 turun hujan yang membuat panitia kelabakan. Namun hal itu tidak membuat patah semangat, terlihat juga antusiasme peserta yang begitu tinggi mendorong panitia harus melanjutkan perlombaan walaupun pelaksanaan tidak sesempurna saat kondisi kering. Pendaftaran ulang dimulai pada pukul 07.00 wib dengan jumlah peserta sebanyak 20 pleton SD/MI, 17 pleton SMP/MTs dan 25 Pleton SMA/SMK/MA se-kabupaten Gunungkidul. Kemudian dilanjutkan dengan upacara pembukaan yang dihadiri oleh jajaran Muspida dan dihadiri pula oleh pejabat Disdikpora Gunungkidul. Dalam kesempatan itu hadir pula rekan-rekan wakil dari PPI Se-DIY dan Senior PPI GK yang tentu menambah kemeriahan pelaksanaan lomba. Lomba dimulai pada pukul 08.00 dan berakhir pada pukul 18.15 karena kendala hujan. Berikut adalah daftar hasil kejuaraan LBB :

Sunday, August 22, 2010

Laporkan pelecehan seks PASKIBRAKA ke Polisi

Wakil Gubernur Jakarta, Prijanto, mengimbau orang tua anggota Paskibraka putri melaporkan kasus pelecehan seksual yang dilakukan dua senior Purna Paskibraka Indonesia (PPI) ke Polda Metro Jaya.

"Ini harus diproses secara hukum," kata Prijanto, di Jakarta, Jumat, 20 Agustus 2010.

Prijanto juga meminta Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Jakarta tidak tinggal diam terhadap kasus ini. Ia minta dinas juga segera menyelesaikan masalah ini melalui jalur hukum, karena terdapat unsur pidana.

Pernyataan Prijanto disampaikan usai menerima data kronologis kasus pelecehan seksual yang dialami 14 anggota Paskibraka -- yang diperintahkan senior yang juga berjenis kelamin putri -- untuk lari telanjang.

"Apa yang dilaporkan oleh orang tua anggota Paskibraka (pelecehan seksual) memang benar terjadi. Saya kira pelaku memang memiliki penyakit," katanya.

Kedua senior putri itu merupakan anggota PPI Jakarta. Masing-masing berinisial A dan E. Prijanto menduga mereka punya kelainan seksual. Perbuatan yang dilakukan kedua senior, menurut Prijanto, kemungkinan karena pengaruh pergaulan.

Kemudian, agar kasus ini benar-benar tuntas, Prijanto juga memerintahkan tim investigasi PPI untuk meneliti dan mendalami latar belakang hidup kedua senior putri.

"Karena itu harus diteliti latar belakangnya. Meski pelaku juga perempuan, tapi apa yang mereka lakukan telah keluar dari norma dan prosedur," kata Prijanto.

Setelah kasus ini tuntas, Prijanto meminta PPI Jakarta untuk lebih selektif dalam memilih instruktur yang akan melatih anggota Paskibraka. (hs)
Sumber :VIVAnews, jumat 20 agustus 2010

Monday, July 26, 2010

Gladian Sentra Daerah Paskibraka Kabupaten Gunungkidul 2010

Tanggal 26 Juli Adalah hari dimana pelatihan Calon anggota paskibraka kabupaten Gunungkidul tahun 2010 dimulai.Banyak hal baru yang akan dihadapi oleh Paskibraka tahun ini. Mulai dari Bendera yang dikibarkan, tata cara pembinaan dan pelatihan serta Tim Pembinaan Gladian Sentra yang tentunya lebih terkoordinir dengan baik.Pembinaan dan pelatihan akan dibagi menjadi dua tahap, Tahap pertama akan dilaksanakan mulai tanggal 26 Juli sampai tanggal 7 Agustus dengan waktu mulai Pukul 12.00 sampai 16.00. Kemudian tahap kedua dimulai tanggal 12 sampai 18 agustus, seluruh calon paskibraka masuk karantina (red Desa Bahagia). Seiring dengan terbenturnya bulan puasa tentunya Latihan yang dilaksanakan harus lebih berkualitas. Tim harus berjuang extra agar hasil yang didapatkan tidak mengecewakan.Oleh sebab itu dengan Tim yang semakin kuat diharapkan bisa merubah kearah yang jauh lebih baik.APAPUN TARUHANNYA SANG DWI WARNA HARUS TETAP BERKIBAR DI ANGKASA.BAGIMU NEGERI JIWA RAGA KAMI. SALAM PASKIBRAKA!

Thursday, May 13, 2010

Pengumuman Seleksi Paskibraka Kabupaten Gunungkidul tahun 2010

Setelah melalui seleksi yang berat,akhirnya usai sudah seleksi calon anggota paskibraka kab. Gunungkidul tahun 2010.Test yang dilaksanakan meliputi,
Hari pertama test postur dan baris,hari ke dua meliputi test kesehatan dan psikotest dan hari ketiga test fisik. Pada hari pertama banyak peserta jatuh sakit karena begitu teriknya sinar matahari dan cukup menguji sejauh mana ketahanan fisik peserta. Namun hal itu tidak menjadi kendala yang berarti.sekitar pukul 13.00 turun hujan untung saja nama peserta yang lolos pada hari ke 2 sudah dalam genggaman tangan. Pada hari kedua ada 100 orang yang diseleksi dan pada hari itu juga diambil 80 orang.berikut adalah Daftar nama peserta
yang lolos seleksi

Monday, May 3, 2010

SELEKSI CALON PASKIBRAKA KABUPATEN GUNUNGKIDUL TAHUN 2010

Seleksi calon paskibraka tahun ini masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Akan dibagi menjadi 3 tahap yaitu seleksi kesekolah-sekolah yang ditunjuk kemudian seleksi tingkat kabupaten dan terakhir seleksi tingkat propinsi
seleksi tahun ini akan dimulai pada tanggal 4 mei 2010.sebelumnya akan dilakukan seleksi ke Sekolah dengan pembagian :
tanggal 4
1. SMA 1 Wonosari
2. SMA 2 Wonosari
3. SMK 1 Wonosari
Tanggal 5
1. SMK 2 Wonosari
2. SMK 3 Wonosari
3. SMA 1 Karangmojo
Tanggal 6
1. SMA 1 Playen
2. SMA 2 Palyen
yang lolos akan dikirim ke tingkat kabupaten bersama dengan duta dari SMA/SMK/MA di seluruh Kabupaten Gunungkidul pada tanggal 10,11 dan 12 mei 2010 bertempat Di SKB Wonosari dimulai pada pukul 07.00

Kriteria Calon Paskibraka

1.AKHLAK
Mental / moral dapat dipertanggungjawabkan, mentaati kewajiban agama yang dianutnya berbudi pekerti dan bertingkah laku baik.

2.KEPRIBADIAN
Mudah dan pandai bergaul. Bersahaja, sopan dan disiplin. penampilan segar dan simpatik.

3.KESEHATAN JASMANI
Tinggi badan putri 160-170 cm dan putra 165-175 cm tegap dan tidak cacat badan, sehat jasmani dan rohani,tidak berkacamata, gigi sehat, rapi dan tidak berlubang.

4.KEMAMPUAN/ PRESTASI
Mahir baris berbaris, memiliki kecakapan kepemimpinan, menghayati arti sejarah proklamasi dan fungsi bendera merah putih

5.BELUM PERNAH MENJADI ANGGOTA PASKIBRAKA
belum pernah menjadi anggota paskibraka baik tingkat kabupaten/kota, propinsi maupun Nasional.

Saturday, March 6, 2010

PPI GUNUNGKIDUL INISIATOR DAN PERANTARA GUNUNGKIDUL TERIMA DUPLIKAT BENDERA PUSAKA

Sejarah baru telah terjadi di kabupaten Gunungkidul. Jumat, 5 Maret 2010 sekitar pukul 09.00 WIB, telah dilaksanakan penyerahan Bendera Duplikat Pusaka dari Sekretariat Negara Republik Indonesia kepada Kabupaten Gunungkidul melalui Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Gunungkidul di Ruang Rapat I Kantor Pemda Kabupaten Gunungkidul. Acara yang berlangsung sekitar satu jam tersebut diantaranya dihadiri oleh Muspida Kabupaten Gunungkidul, Penasehat PPI Gunungkidul, Majelis Tinggi Organisasi, Pelatih Paskibraka Kabupaten Gunungkidul, Pengurus Harian PPI Gunungkidul serta tamu undangan dari instansi terkait di wilayah Kabupaten Gunungkidul.

Penyerahan Bendera dilakukan oleh pihak PPI yang menjadi perantara antara Setneg RI kepada Pemda Kabupaten Gunungkidul yang diwakili oleh Ketua Pengurus PPI Kabupaten Gunungkidul Sampah Muhari dan diterima Bupati Gunungkidul yang diwakili oleh Sekda Kabupaten Gunungkidul Drs. M. Joko Sasono.
Keberhasilan mendapatkan bendera duplikat ini merupakan bentuk nyata dari komitmen PPI Kabupaten Gunungkidul.Atas inisiatif PPI Kabupaten Gunungkidul meminta Pemerintah Kabupeten Gunungkidul untuk mengirim surat ke Sekretariat Negara RI. Inilah kali pertamanya Kabupaten Gunungkidul akan menggunakan Bendera Duplikat yang sudah seharusnya digunakan dari tingkat nasional (setelah Bendera Pusaka asli tidak layak dikibarkan), provinsi, dan kabupaten / kota di seluruh Indonesia. Semangat dan tekad yang besar dari PPI Kabupaten Gunungkidul ini ternyata membuahkan hasil yang sangat menggembirakan, kali pertamanya Kabupaten Gunungkidul bisa mendapatkan Bendera Duplikat yang nantinya akan dikibarkan pada tanggal 17 Agustus 2010 dan pada Upacara Peringatan Detik Detik Proklamasi HUT RI selanjutntya.
Keberhasilan mendapatkan Bendera Duplikat ini semoga akan memberikan perubahan yang lebih baik untuk Pemerintah dan Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Gunungkidul, serta semangat baru untuk calon Paskibaraka mendatang.

Monday, March 1, 2010

BENDERA DUPLIKAT ITU JUGA SUDAH JADI "PUSAKA"

Karena dikibarkan di tiang 17 Istana Merdeka setiap upacara 17 Agustus, bendera pusaka yang usianya sudah sangat tua mulai robek di keempat sudutnya. Pada bulan Agustus 1968, Husein Mutahar sudah diberitahu oleh Presiden Soeharto tentang rencana pembuatan duplikat bendera pusaka. Tapi ia mengusulkan agar penggantian dilakukan pada tahun berikutnya, 1969, karena bendera pusaka harus tetap dikibarkan saat Soeharto memulai jabatan Presiden RI.

Pada tahun 1969, pembuatan bendera duplikat disetujui. Dalam usulannya, Mutahar meminta agar duplikat bendera pusaka dibuat dengan tiga syarat, yakni: (1) bahannya dari benang sutera alam, (2) zat pewarna dan alat tenunnya asli Indonesia, dan (3) kain ditenun tanpa jahitan antara merah dan putihnya. Sayang, gagasan itu tidak semuanya terpenuhi karena keterbatasan yang ada. Pembuatan duplikat bendera pusaka itu memang terlaksana, dan dikerjakan oleh Balai Penelitian Tekstil Bandung, dibantu PT Ratna di Ciawi Bogor. Syarat yang ditentukan Mutahar tidak terlaksana karena bahan pewama asli Indonesia tidak memiliki warna merah standar bendera. Sementara penenunan dengan alat tenun asli bukan mesin akan memakan waktu terlalu lama, sedangkan bendera yang akan dibuat jumlahnya cukup banyak. Duplikat akhimya dibuat dengan bahan sutera, namun menggunakan bahan pewarna impor dan ditenun dengan mesin. Bendera duplikat itu kemudian dibagi-bagikan ke seluruh daerah tingkat I, tingkat II dan perwakilan Indonesia di luar negeri pada 5 Agustus 1969.

Namun, untuk pengibaran pada tanggal 17 Agustus 1969 di Istana Merdeka, sebelumnya telah dibuat sebuah duplikat bendera pusaka lain dengan bahan yang tersedia, yakni dari kain bendera (wool) yang berwarna merah dan putih kekuningkuningan. Karena lebar kainnya hanya 50 cm, setiap bagian merah dan putih bendera itu terdiri dari masing-masing tiga potongan kain memanjang. Seluruh potongan itu disatukan dengan mesin jahit dan pada salah satu bagian pinggimya dipasangi sepotong tali tambat. Pemasangannya di tali tiang tidak satu persatu (seperti pada duplikat bendera pusaka hasil karya Balai Penelitian Tekstil), tapi cukup diikatkan pada kedua ujung tali tambatnya. Ketidaksamaan bentuk tali pengikat antara duplikat bendera pusaka di Istana Merdeka dengan duplikat bendera pusaka yang dibagikan ke daerah, seringkali menimbulkan masalah. Dalam pengibaran bendera pusaka di daerah, terjadi ketidakpraktisan saat mengikat tali tambat yang jumlahnya banyak. Hal itu sering membuat waktu yang dibutuhkan untuk mengikat menjadi sangat lama, belum lagi kemungkinan terjadi kesalahan sehingga bendera berbelit sewaktu dibentang sebelum dinaikkan.


Pada tahun 1984, setelah dikibarkan di Istana Merdeka setiap tanggal 17 Agustus selama 15 kali, bendera duplikat yang terbuat dari kain wool itu pun terlihat terlihat mulai renta. Mutahar yang menonton upacara pengibaran bendera oleh Paskibraka melalui pesawat televisi, tiba-tiba dikejutkan dengan celetukan ’cucunya’. ”Eyang, kok benderanya sudah tua, apa nggak robek kalau ditiup angin,” kata sang cucu. ”Masya Allah. Aku baru sadar kalau ternyata bendera duplikat itu usianya sudah 15 tahun. Maka, siang itu juga aku mengetik surat yang kutujukan pada Pak Harto. Isinya mengingatkan beliau bahwa bendera duplikat yang dikibarkan di Istana sudah harus ’pensiun’ dan apa mungkin bila dibuatkan duplikat yang baru,” papar Mutahar. Ternyata, Pak Harto membaca surat itu dan memenuhi permintaan Mutahar.
”Allah Maha Besar karena suratku diperhatikan oleh Pak Harto,” kenang Mutahar. Maka, pada tahun 1985 bendera duplikat kedua mulai dikibarkan, sementara bendera duplikat pertama yang terbuat dari kain wool kini disimpan dalam museum di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Bendera duplikat kedua untuk seterusnya menjadi bendera yang dikibarkan setiap 17 Agustus sampai saat ini. Mengingat usianya yang juga sudah ’renta’ yakni 22 tahun, ada baiknya Presiden RI kembali diingatkan untuk memeriksa apakah bendera duplikat kedua itu masih layak untuk dikibarkan. Bila tidak, sudah waktunya pula bendera itu diistirahatkan dan ditempatkan di museum mendampingi duplikat pertama. Sementara untuk pengibaran di Istana Merdeka, bisa dibuatkan duplikat yang baru dengan bahan yang lebih baik dan tahan lama.
Sumber : Bulletin Paskibraka 78, Edisi Juni 2007